Benarkah Batam Kota Blackmarket?
Seorang warganet mengungkapkan, ketika dirinya kursus brevet pajak, kalau ternyata barang di sana murah karena Batam termasuk "kawasan bebas" yang membuat barang impor bebas pajak tapi hnya untuk di Batam saja. Kalau dibawa ke kota lain tetap kena pajak impor dan bea masuk.
Pengetahuan perkara blackmarket, gaya hidup dan sebetulnya apa aja yang ada di Batam. Berikut paparan, seorang kawan yang lahir dan besar di Kota Batam. Oh ya, Batam sendiri termasuk kota yang ada di Pulau Sumatera, Provinsi Kepulauan Riau (bukan Riau).
Sebelum olshop booming, menurutnya banyak orang yang tidak tahu lokasi Batam, padahal ini termasuk kota yang pesat perkembangannya. Tapi, Batam bukan Ibukota dari Provinsi Kepri.
Batam sendiri merupakan tanah melayu tapi kami disini pakai bahasa campuran. Bahasa medan, melayu dan minang nyatu jadi bahasa sehari-hari kami. Jadi, tidak heran kalau anak Batam ngomong, seolah ngegas, emang logatnya begitu.
Batam adalah salah satu Kota Industri terbesar di Indonesia. Soal "Batam kota blackmarket? Pasti kalian banyak yang suka denger. HP batam murah, tas branded di Batam terjangkau, kendaraan di Batam tidak bayar pajak, skincare di Batam murah dan lengkap?
Jawabannya kebanyakan adalah iya. Kenapa bisa murah terutama HP? Batam itu sangat terjangkau kawasannya dari negara tetangga, dari Singapuran dan Malaysia. Ka
Singapura yang ekspor barang elektronik, termasuk kendaraannya.
Warga Singapura sendiri tipe yang "baru keluar, lama buang". Kota Batam inilah tempat strategis buat mereka menjual barang lama yang sebenarnya masih sangat layak digunakan karena orang Singapura bukan tipe "blangsakan" kalau pakau barang.
Tapi, apakah semua daerah di Batam memasarkan barang blackmarket? Jawabannya : NO. Tidak. Kenapa tidak? Di Batam sendiri pemasaran blackmarket ada di daerah Nagoya.
Kalau kalian pernah ke Batam. Kalian pasti tau daerah Nagoya paling banyak toko, terutama toko HP plaza - mall. Semua orang pasti suka mikir barang Batam bisa di percaya. Blackmarket barangnya bagus. Gak semua ya teman-teman.
Namanya manusia, pasti ada yang otaknya jahat dan licik. Jadi, ga semua barang yg ada embel "blackmarket" itu bagus. Terus kalau mau aman belanna gimana dong? Alternatif yang selalu saya kasih ke teman-teman saya selalu.
Titip saja sama orang yang kamu percaya atau liburan sekalian di Batam. Kenapa? Karena menurut saya barang harus dicek langsung ketimbang asal ngirim dari seller.
Tapi, setiap saya kasih alternatif "liburan aja ke Batam", suka pada ngejawab : "Emang Batam ada apa sih? Gaada apa-apa juga". Saya sebagai putra daerah suka tertohok denger ginian.
Guys. Jangan memandang sebelah mata ya. Mentang-mentang label nya blackmarket kalian mikir Batam gapunya wisata apapun. Banyak kawan-kawan !!! Saya bersedia jadi tour guide kalian kalau kalian mau kesini.
Apa saja? Barelang Bridge alias Jembatan Barelang. Masih ada? Banyak!! Batam ini di kelilingi laut dan pulau. Snorkling? Bisa. Main banana boat di pantai yang bagus? Jelas. Bisa bikin moment sama keluarga ? pasti. Batam punya Pulau Galang, Pulau Abang. Masih ada? Masih dong.
Gaya hidup di Batam di mana? Karena ini kota Industri. Gaya hidup tinggi. Jadi, ga semua yang di Batam itu murah ya. Maaf, kalau ini penjelasan singkat ini tdiak jelas dan kalian tidak bisa paham.
Saya cuma mau bilang, walau Batam kata kalian blackmarket kami juga punya wisata. Dan tidak semua apa-apa di Batam itu murah dan terjangkau. Tolong, jangan anggap barang dari Batam semuanya blackmarket dan tidak orisinal dari storenya.
Batam masakan apa yang enak? Banyak. Kalau soal seafood kami juaranya. Ikan segar siap nyambut lidah kalian kalau di Batam. Ada lagi gak? Adalah wak. Kenalin, Mie Tarempa. Andalan orang Kepri punya. Cake kekinian ada gak di Batam? Jangan di tanya. Ada Batam Ogura. Saya sempat bawa ini buat teman-teman di Jogja, nagih mereka.
Sumber : pev (@depyonim), 30 September 2018.