Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Itinerary 3 Hari 2 Malam ke Singapura


ITINERARY 3 hari 2 malam ke Singapura bisa menjadi pilihan bagi yang sedang gabut alias galau, dan hendak lari dari 'kenyataan'. Maksudnya, kenyataan rutinitas keseharian di tempat kerja, di rumah, dan ingin mendapatkan suasana baru. Pilihannya bukan ke alam, back to nature, bisa saja, melancong ke negara lain.

Pilihan itinerary 3 hari 2 malam ke Singapura alias kabur di hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, lalu kembali lagi bekerja di hari Senin, bisa kamu rencanakan. Boleh dibilang sebagai rencana perjalanan singkat, hanya 3 hari 2 malam, tapi tetap fokus dengan tempat-tempat yang terpilih.

Negara Singapura menjadi pilihan yang masuk akal karena tidak terlalu besar mengeluarkan budget perjalanan, ya, ketimbang kalau weekend ke Labuan Bajo atau Raja Ampat. Bahkan, sangat tidak mungkin memuaskan hati, dalam 3 hari 2 malam, di kedua destinasi populer itu.

Kalau punya rencana 3 hari 2 malam ke Singapura, barangkali itinerary dalam paparan berikut dapat menjadi gambaran awal. Bisa dicontek langsung, atau dilakukan modifikasi, atau diubah sendiri, karena barangkali, perjalanan ke Negeri Singa itu, tidak sekali saja.

Perjalanan ke Singapura tidak perlu visa tapi sekarang perlu Singapore Arrival Card atau SG Arrival Card (SGCA). Ini versi elektronik dari kertas embarkasi (disembarkasi) yang wajib diisi wisatawan sebelum masuk negara itu. Kalau dulu menggunakan kertas.

SG Arrival Card bukanlah visa, tapi termasuk salah satu syarat wajib agar bisa melewati area imigrasi di bandara. Diisi tiga hari sebelum kedatangan ke Singapura lewat situs web ica.gov.sg, atau aplikasi MyICA Mobile yang bisa diunduh ke hape.

Hari 1 (Kamis):
Berangkat ke bandara terdekat dari rumah, atau bisa dari kota lain. Paling baik kalau bisa memeroleh penerbangan pagi hari sehingga tiba di Singapura masih siang. Kalau mau hemat, siapkan makanan matang seperti rendang, keripik kentang, kering tempe.

Nah, di Singapura tinggal beli nasi. Tapi kalau tidak, beli saja makanan di Ananas Café, yang sudah bersertifikat halal. Nasi lemak, mi goreng cuma SGD 2, minuman dingin 80 sen. Ada 21 cabang, terutama di stasiun-stasiun MRT. Bisa cek di sini listnya: http://www.halaltag.com/place/190.

Begitu mendarat di Changi Airport, ambil bagasi, top up Ezlink kalau punya. Cukup SGD 10 per orang. Naik transportasi publik, untuk anak yang tingginya di bawah 1 meter, gratis. Sesudah ambil bagasi, jalan ke arah stasiun MRT. Bisa naik skytrain ke Terminal 2 atau 3).

Ikuti saja petunjuk ke stasiun MRT Changi, letak stasiunnya di bawah tanah. Sampai di stasiun beli atau top up Ezlink. Jangan lupa ambil peta Singapore sebelum imigrasi. Buat pegangan jalan atau kipas-kipas kalau kepanasan.

Tujuan naik MRT adalah ke hotel. Jika boleh check ini, ya check in saja, jika belum, ya titip tas atau koper. Asumsi saja, kalau memilih menginap di daerah Geylang, turun di Stasiun MRT Al-Junied dan makan siangnya di Ananas Cafe.

Perjalanan bisa berlanjut ke tempat mainstream seperti Esplanade , Merlion, Hotel Raffless, Clarke Quay. Jangan lupa mencoba mencicipi es potong Singapura yang uenak. Biasanya ada pedagang keliling di dekat Esplanade atau Merlion.

Lanjut eksplorasi ke Garden by the Bay, dari Stasiun MRT Esplanade naik MRT line yang sama, turun di Stasiun Bayfront. Destinasi ini free entrance ya, tapi kalau mau naik ke salah satu pohon yang tinggi baru bayar.

Ketika menginjak petang, jalan ke Orchard. Kalau capek, mending balik saja ke hotel, apalagi bila membawa anak-anak. Jika kaki masih kuat, eksplor dan foto-foto di Orchard, sambil makan malam, baru kembali ke hotel.

Hari 2 (Jumat):
Sarapan di Ananas Cafe karena tidak ambil breakfast di hotel sebelum meluncur ke Sentosa Island. Cek Ezlink, kalau sudah habis, top up lagi di stasiun MRT). Untuk ke Sentosa Island, naik MRT ke arah HarbourFront (stasiun terakhir), keluar ambil arah Vivo City.

Stasiun MRT ke Sentosa Island ada di Lantai 3. Naik train ke Sentosa Island. Tetap gunakan kartu Ezlink untuk naik kereta ke Sentosa, tapi bisa turun sesukanya di setiap stasiunnya. Eksplor saja di area ini soalnya kalau masuk Universal Studios, lumayan mahal.

Ada 3 perhentian di Sentosa Island. Eksplor saja semuanya. Pertama, turun di Waterfront Station, foto-foto di depan bola Universal Studios. Balik ke Waterfront, lanjut ke Imbiah Station, turun dan bisa foto-foto di Patung Merlion. Lebih gede lho Patung Merlion di sini dibanding yang dekat Esplanade.

Terus balik lagi ke Stasiun Imbiah, lajut ke Beach Station. Silakan lihat-lihat karena tempat saling berdekatan. Kalau haus dan bawa botol bisa isi di water drinking. Kalau sudah puas, balik ke Sentosa station (Vivo City).

Sesudah makan siang, bisa menuju Hiking Trail ke Henderson Waves. Dari Sentosa Island, balik ke Vivo City, cari pintu keluar yang menuju Marang Trail. Tinggal menyeberang dari Vivo City. Silakan sightseeing di Mount Faber & Henderson Waves (jembatan tertinggi di Singapura.

Cobala hiking, ikuti trailnya. Asyik. Ikuti petunjuk arah ke Mount Faber. Kira-kira 15 menit jalan menanjak, akan sampai di Faber Point, dan bisa lihat sebagian lansekap Singapura dari atas. Lumayan keren. Dari Faber Point ke kiri ke arah Henderson Waves.

Ikuti juga pentujuknya. Nanti akan melewati Jewel Box, terus saja, sekitar 15 menit sampai ke Henderson Waves. Ini adalah jembatan tertinggi di Singapura. Desainnya unik seperti gelombang. Siapkan sekitar 1 jam hingga 1,5 jam buat trail ini.

Kalau tidak mau capek balik ke Marang Trail, naik bus balik ke Vivo City. Dari Henderosn Waves, ke bus stop (turun tangga). Naik bus 131 atau 145, turun di bus stop Harbourfront atau Vivo City lantas menyeberang lagi ke arah Vivo City.

Malam hari, menikmati kawasan Bugis. Dari Stasiun Harbourfront ambil North Eeast Line, transit di Outram Park, naik lagi MRT East West Line, turun di Stasiun MRT Bugis. Keluar dari stasiun ambil ke arah Masjid Sultan, masjid terbesar dan tertua di Singapura.

Dekat masjid ada restoran padang, melayu. Bisa makan malam di sana. Setelah makan dan lihat-lihat masjid, balik ke arah Stasiun Bugis, dekat situ ada Bugis Street. Deretan pedagang kaki lima yang menjual suvenir, paling murah di Singapura.

Kalau mau sekalian ke Mustafa Centre, jadi bisa membeli cokelat. Ambil North East Line, turun di Stasiun Farrer Park. Lalu kembali ke hotel untuk beristirahat karena paginya sudah harus check out. Jadi ada waktu untuk mengepak kembali barang ke dalam tas atau koper.

Hari 3 (Sabtu):
Setelah check out, bisa titip tas atau koper. Kalau masih ada waktu, bisa eksplor ke National Library of Singapore. Bagus kalau membawa anak-anak. Turun di Stasiun Bugis, keluar dan belok kanan, terus aja, nanti kelihatan gedung besar. Ruang anak-anak ada di ground floor.

Dari National Library, bisa ke Marina Bay untuk melihat Singapore Flyer, atau ke Chinese Garden, sekalian makan siang. Taman yang bagus dan free entrance. Bisa naik ke pagoda kembar. Ada taman shio, patung Confucius, Mulan, dan lainnya.

Dari Marina Bay, transit di City Hall terus naik East West Line, turun di Chinese Garden. Dari sini kembali ke hotel, ambil tas atau koper dan berangkat ke Changi Airport. Kebetulan ada penerbangan malam dari Singapura ke sejumlah kota di Indonesia. Salah satunya Jakarta. (*)

Auto Europe Car Rental