Itinerary 9 Hari Solo Traveling Malaysia dan Thailand
ITINERARY 9 hari solo traveling Malaysia dan Thailand ini dapat menjadi contoh rencana perjalanan menuju tempat di kedua negara itu. Masa 9 hari ini sudah termasuk dengan waktu keberangkatan dari Jakarta dan kepulangan ke Jakarta lagi.
Untuk rute Itinerary 9 Hari Solo Traveling Malaysia dan Thailand ini memang 'agak aneh' tapi ternyata bisa dilakukan. Kalau admin mo-trans bilang: boros di penerbangan. Lintasan rutenya adalah: Jakarta-Penang-Kuala Lumpur-Genting Highland-Phuket-Bangkok-Ayutthaya-Bangkok-Jakarta.
Hari 1:
Perjalanan Jakarta-Penang dengan penerbangan pagi. Tiba di Penang, langsung ke George Town, Penang Hill untuk mencicipi trem yang katanya mirip dengan yang di Hongkong, mampir Kek Lok Si. Tak lupa, beli tiket kereta api untuk ke Kuala Lumpur.
Sore harinya, masih ada waktu kembali ke George Town. Kelilingin kota tua ini yang katanya perpaduan antara India, Cina, dan Eropa. Banyak spot menarik seperti Fort Cornwallis, Clock Tower, City Hall, Town Hall, Masjid Kapitan Keling, Gereja Anglican St George, Kuil Sri Mahariamman, Wat Chaiyamangalaram, Kuil Dharmikarama.
Tidak semuanya harus dikunjungi, sesuaikan saja dengan waktunya karena harus geser ke pelabuhan feri. Tidak menginap di Penang, langsung ke Stasiun Butterworth. Ada kereta api ke Kuala Lumpur pada malam hari.
Hari 2:
Tiba di Kuala Lumpur, check ini di PODs Backpackers. Sesudah mencari tiket ke Genting Highland, jalan-jalan ke Petronas Tower, KL Tower, Masjid Jamek, Masjid Nasional, Sri Mahariamman Temple, nonton pertunjukkan di KLCC, geser ke Bukit Bintang dan kembali ke hostel.
Hari 3:
Berangkat ke Resort World Genting Higland, sesuaikan dengan jadwal yang tertera di tiket. Dari Genting ke Terminal Titiwangsa untuk oper dengan bus yang menuju Batu Caves. Baru kembali ke hostel dan jalan-jalan sekitar penginapan sambil mencari makan malam.
Hari 4:
Kebetulan, harus bangun pagi karena penerbangan Kuala Lumpur-Phuket pada pukul 06.55 waktu setempat. Tiba di Phuket, naik bus oranye ke Terminal Phuket Old Town. Dari pintu keluar langsung ambil kiri, terus saja, mentok. Ongkosnya (kalau belum berubah) 52 baht.
Tiba di Phuket Old Town, bisa jalan-jalan ke Kwan Im Temple, Mae Yanag Chinese Temple, Suan Chalermprakiat Queen's 72 Years, ada patung Big Budha (naik tuk tuk atau taksi). Ada juga On On Hotel, tempat syuting film Leonardo Di Caprio.
Makan siang di Wanchan Restaurant di Phuket Old Town, lalu ke Patong untuk check in penginapan. Bisa cuci mata di Kata dan Karang Beach, pantai dengan pasir putih sehalus merica, air biru kehijauan, pohon kelapa, dan relatif masih sepi. Lanjut, nonton sunset di Patong Beach.
Malam hari, kunjungan ke Bangla Road, jalanan yang mirip Khaosan Road di Bangkok. Di sini bisa dengan mudah menemukan pemandangan indah seperti di Geylang Singapura. Jadi, amankan bawaan, kuatkan iman, siapkan diri melihat tempat itu, jangan kelihatan takut walau sendirian.
Hari 5:
Siap di penginapan, dijemput untuk tur Phi Phi Islands, seharian mengelilingi kepulauan berpasir putih, berair biru, lalu Monkey Beach sebuah panti yang penuh populasi monyet. Lalu, Maya Beach, pantai tempat syuting film The Beach.
Maya Beach adalah pantai rahasia, tempat para backpacker pergi meninggalkan rutinitas. Pasir putih, air biru, dikelilingi tebing hijau, pulau berbentuk cendawan. Bisa snorkeling melihat alam bawah laut. Kagumi ragam jenis ikan, karang berbagai bentuk, serta terumbu bermacam warna.
Paket tur Phi Phi Islands sudah termasuk makan siang di atas kapal. Semua tempat yang ditawarkan tur bisa dinikmati hingga sore hari, baik kalau naik speedboat atau cruiseship (tergantung ketersediaan). Pulang kembali ke hostel dan sebaiknya istirahat.
Hari 6:
Bisa isi waktu untuk jalan-jalan sekitar penginapan karena agak siang baru berangkat ke Bangkok. Penerbangan dari Phuket puku 14.30 waktu setempat. Tiba di Bangkok menuju pusat kota dan check in hostel dan keliling dengan kaki di sekitar penginapan sembari cari makan malam.
Kalau memungkinkan, bisa ke Khaosan Road, pusatnya backpacker. Ada banyak hostel, klub, pub, diskotek, bar, kafe, resto dan sebagainya. Icipi kuliner mi goreng belalang, pijat capek (Thai Massage) atau sekadar cuci mata saja.
Hari 7:
Perjalanan pagi ke Ayutthaya, naik kereta api dari Stasiun Hua Lampong. Telusuri berbagai candi: Wat Worapo, Wat Worachetharam, Wat Lokayasutharam, Viham Phra Mongkon Bophit, Wat Phra Si Sanphet, Wat Phra Ram, Wat Mahathat, Wat Ratchaburana atau ke Bang Pa In Palace.
Kembali ke Bangkok, kalau masih ada waktu, ke Erawan Shrine, dekat dengan Chit Lom BTS. Cara menuju Erawan Shrine, bisa naik BTS ke Stasiun Chit Lom (E1), dan langsung menuju Exit 2. Lokasi kuil ini hanya sekitar 10 menit berjalan kaki.
Hari 8:
Saatnya ke Wat Arun (Temple of The Dawn). Candi ini bagus dikunjungi saat pagi atau sore hari. Ada ribuan cermin kecil yang menempel di dinding ditambah untuk mencapai kuil ini perlu menyeberangi Sungai Chao Praya yang legendaris.
Kembali menyeberang, mampir Grand Palace, Wat Phra Kaeo, kawasan tempat tinggal kerajaan dan pemerintahan. Kumpulan gedung, istana raja, dan kuil kuno dengan arsitektur tradisional, di atas lahan seluas lebih dari 200.000 m2.
Lanjut ke Wat Pho, yang lokasinya tak terlalu jauh dari Grand Palace, bisa jalan kaki. Ada patung terkenal The Reclining Buddha, atau Budha Tidur seperti di Trowulan Mojokerto, besar dan berwarna emas. Konon di Wat Pho lahir terapi Thai Foot Massage.
Tuntaskan perjalanan menuju Vimanmek Mansion Museum, yang tiketnya sudah termasuk dengan Grand Palace. Rugi kalau tidak dioptimalkan. Demikian pula dengan destinasi The Royal Thai Decorations and Coin Pavilion.
Makan siang di Chathuchak Market dan jalan melihat suvenir atau incaran oleh-oleh sebelum menyaksikan Siam Niramit atau Siam Niramit Show, pertunjukan spektakuler yang memadukan tarian, musik, dan seni budaya Thailand.
Hari 9:
Check out dari hostel lalu menuju bandara. Penerbangan Bangkok-Jakarta (dengan AirAsia) tapi transit di Kuala Lumpur. Demikian informasi mengenai Itinerary 9 Hari Solo Traveling Malaysia dan Thailand, semoga memberikan inspirasi. (*)

