Enaknya Menu Rombong Keliling Bakso Pak Natsir
Mungkin bikin gak nyaman, tapi bakso Pak Nasir ini selalu rame loh dinanti banyak orang dari berbagai kalangan, dari muda hingga tua.
Sekitar jam setengah 2 siang Pak Nasir mulai mendorong gerobaknya menuju Perumahan Laguna, lokasinya di ujung jalan Sekolah Cita Hati lalu ke arah kiri. Bahkan sebelum Pak Nasir datang, sudah ada mobil-mobil yang berdatangan dan siap menantinya.
Saya ingin mengetahui lebih tentang apakah dia ada rahasia sehingga bakso daganggannya itu laku berat, apakah ada bumbu khusus atau bagaimana. Melihat juga banyak pelanggan yang membeli makanannya dan tak pernah sepi pengunjung.
Padahal dia hanya membawa gerobak dan 3 kursi duduk saja dagangan yang sesederhana itu tidak ada properti seperti tempat mewah tetapi bisa mendapatkan keuntungan yang cepat.
Yah kali ini saya ikut kebagian bakso Pak Nasir, satu mangkok campur berisi 7 pentol, siomay, tahu kalau mau gorengan bisa ambil sendiri di plastik besar yang isinya 100 lebih gorengan yang habis dalam sekejab, keren kan?
Ternyata setelah dicoba, memang gak salah! Pentolnya aja enak, yang paling favorit memang gorengan (pangsit) yang menurut saya beda dengan gorengan bakso lainnya, gorengan dengan harga 500 rupiah ini bener-bener bikin ketagihan.
Pilihan WaniMbambung
- Siropen Leo Sirup Legendaris dari Kota Malang
- Breadlife Bawa Roti Fresh dan Terjangkau Lebih Dekat ke Warga Jabodetabek
- Blue Bottle Coffee Announces Opening of First Southeast Asian Outlet in Lumine Singapore
- Amara Singapore Announces Second Edition of “Local Legends” in Collaboration with Chef Damian D’Silva from 2 to 17 April 2025
Yuk icip sendiri deh, siap ke TKP aja jam 2 siang biar gak terlalu lama nunggu antrian. Makannya sambil berdiri atau kalau kalian bawa mobil bisa makan di dalam mobil. Di lengkapi juga dengan es degan yang di bantu oleh anaknya, biasanya anaknya datang agak telat.
Pak Nasir tidak tentu setiap hari buka oleh karena itu saya sarankan untuk meminta nomer teleponnya dan menanyakan apakah dia buka atau tidak dari pada harus ke sana dan kembali ke rumah karena dia tidak jualan.
Pak Nasir memilih untuk berjualan bakso di karenakan cara pembuatannya tidak terlalu susah, dan telah menekuninya selama lebih dari 5 tahun.
Pak Nasir bisa sampai sekarang berkat usulan dari temannya, awalnya dia juga berfikir sama sebelum disuruh temannya namun modal tidak mencukupi akhirnya temannya pun membantu dengan meminjamkan uang.
Siapa sangka ternyata bisa selaris dan terkenal sekarang meski hanya berupa gerobak biasa. (Lidya Natalia)